Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Update Populer

Batavia Union & Jakarta FC Keluhkan Kepemimpinan Wasit

Rabu, 11 Mei 2011

LPI (goal.com) : Laga derby Jakarta antara Batavia Union menghadapi Jakarta FC dalam laga lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di stadion Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (10/05), yang berakhir dengan hasil imbang 1-1, ternyata mendapat keluhan terkait kepemimpinan wasit.

Kedua kedua belah pihak klub tersebut, yaitu pelatih Batavia Union Roberto Bianchi dan manajer Jakarta FC Ardhi Tjahjoko, sama-sama mengeluhkan kualitas wasit yang memimpin laga tersebut. Bahkan seperti yang dilansir oleh Indopos, Bianchi menyatakan bahwa wasit tersebut tidak netral dalam memimpin pertandingan.

Roberto Bianchi sangat berang ketika salah satu pemainnya, Tantan, berhasil lolos dan berhadapan dengan kiper tetapi dinyatakan sudah berada dalam posisi offside, sementara gol dari kubu lawan yang dicetak oleh Ferdy Mose tersebut berawal dari posisi offside.

Ketidaknetralan lainnya menurut pelatih asal Spanyol tersebut adalah mudahnya wasit mencabut kartu kuning untuk para pemainnya, sementara pemain-pemain Jakarta FC dibiarkan saja ketika melakukan pelanggaran yang sama. “Kalau pelanggaran yang sama dilakukan oleh pemain Jakarta FC itu tidak diberikan kartu kuning. Yah, memang sama-sama kita ketahui kualitas wasitnya,” ujarnya.

Sementara itu, keluhan yang sama juga dinyatakan oleh Ardhi Tjahjoko. Manajer Jakarta FC tersebut sangat menyayangkan kualitas yang dimiliki oleh wasit di laga tersebut. “Memang banyak kesalahan terjadi akibat kesal dengan wasit yang memicu emosi mereka. Wasit terlihat kurang yakin, dan sering terlambat dalam memberikan keputusan. Kita tidak menjelekkan wasit, tapi yah kemampuannya baru sebatas itu,” ujar Ardh


Persebaya Surabaya Curigai Ada Konspirasi

LPI (goal.com) : Manajemen Persebaya Surabaya yang mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ada konspirasi dari pihak-pihak tertentu atas jatuhnya sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap klub mereka.


Asisten Manajer Persebaya Divisi Utama, Imron Abdul Fattah, menyatakan bahwa sanksi pengurangan enam poin yang dijatuhkan kepada mereka sangat berat dan tidak masuk akal, dia mencurigai adanya konspirasi terutama terkait pelaksanaan kongres PSSI.


"Ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarnya sanksi itu. Bisa jadi ini upaya untuk menghilangkan suara Persebaya dari Kongres PSSI. Sangat tidak mungkin pengurus dan pelatih tidak tahu mana pemain yang sah atau tidak untuk diturunkan. Pasti ada yang tidak beres di balik kasus ini. Saya belum tahu siapa aktor intelektual di balik kasus ini. Yang jelas, ada yang tidak beres dari keputusan Komdis itu," ujar Imron.


Seperti yang diketahui sebelumnya, Komdis menjatuhkan sanksi kepada Persebaya Surabaya karena memakai pemain yang tidak sah saat menghadapi Perseru Serui dalam laga kompetisi Divisi Utama. Pemain yang dimaksud adalah Sulkhan Arif yang seharusnya tidak dapat tampil karena akumulasi kartu kuning.


Namun pada laga tersebut, tim pelatih Persebaya DU memasukkan nama Sulkhan Arif dalam daftar pemain, sehingga kubu Perseru melaporkan hal itu kepada Komdis PSSI. Akibat hal tersebut Komdis PSSI mengurangi enam poin Persebaya, masing-masing terdiri dari tiga poin untuk penggunaan pemain tidak sah dan tiga poin karena dinyatakan kalah WO dengan skor 3-0

Jika Sanksi FIFA Jatuh, Bayangan Suram Masa Depan Sepakbola Indonesia

PSSI (goal.com) : Sanksi FIFA yang tampak tidak dapat dihindari lagi karena kelompok 78 tetap ngotot untuk mengusung George Toisutta dan Arifin Panigoro meskipun FIFA telah menegaskan bahwa mereka tidak diperbolehkan maju dalam pencalonan ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Melihat kondisi tersebut, deputy bidang teknik Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengaku pasrah. Iman Arif sangat mengkhawatirkan sanksi FIFA jatuh, karena hal tersebut dapat merugikan bangsa Indonesia karena persiapan timnas U-23 sudah sangat maksimal dalam menyambut pentas SEA Games.

"Kami pasrah saja sekarang. Jika sanksi benar-benar dijatuhkan, maka semua yang kita usahakan sejauh ini sia-sia. Saya tidak bisa membayangkan jika kita yang menjadi tuan rumah SEA Games tapi sepak bola kita malah tidak bisa ikut bertanding. Akan sangat naif," ungkap Iman.

Menurut Iman, apabila sanksi benar-benar dijatuhkan, maka kerugian bukan hanya dari sisi materi, tetapi kerugian non-materi juga sangat besar. Program jangka pendek dengan menaturalisasi beberapa pemain keturunan akan sia-sia, bahkan saat ini sudah ada dua pemain naturalisasi  yang mengikuti program character building. Yaitu Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels. Sedangkan Joey Suk dan Stefano Lilipaly baru bergabung bulan depan karena saat ini masih membela klubnya berkompetisi.


The Blue Devils Optimistis Tembus Papan Atas


LPI 2011 (okezone.com) :  Terus terang, kami mengaku kecewa dengan performa yang ditunjukkan tim asuhan Edy Paryono dalam pertandingan-pertandingan terakhir. Akan tetapi, manajemen tidak serta merta menyalahkan pemain. Sebab, yang terpenting dilakukan saat ini adalah melakukan pembenahan dan tidak mengulang kesalahan-kesalahan pada pertandingan berikutnya. Jelas Manajer Semarang United Mariyanto
”Kami tidak ingin terjerumus lebih dalam di klasemen. Melihat ketatnya perolehan poin tim-tim papan atas, maka dua pertandingan terakhir harus dimenangkan. Tambahan enam poin akan mampu membawa Semarang United kembali ke papan atas,” terang dia.
Ambisi Semarang United untuk menembus tiga Besar di akhir putaran pertama terus menggelora. Meski demikian, empat kekalahan dan hanya satu kali bermain seri di lima laga terakhir membuat tim berjuluk Blue Devils tersebut terlempar ke posisi delapan klasemen sementara Liga Primer Indonesia. Dari 16 pertandingan yang telah dilalui, Amarildo Souza dkk mengumpulkan 25 poin.

Meski demikian, peluang Semarang United tetap terbuka. Sebab raihan poin tim-tim papan atas sangat ketat. Batavia Union yang berada di posisi ketiga memiliki poin 26 atau hanya terpaut satu angka dari Semarang United. Di posisi keempat, ada Medan Chiefs yang juga mengoleksi poin sama. Sedangkan, penghuni peringkat kelima sampai kedelapan masing-masing PSM, Bali De Vata, Persibo, dan Semarang United juga memiliki nilai yang sama, yakni 25 poin.

Manajer Semarang United Mariyanto menyatakan, para pemain harus tetap fokus di dua laga tersisa. Pada Minggu (15/5/2011) mendatang, timnya akan menjamu Batavia Union dan melakukan lawatan ke kandang Bandung FC Minggu pada 22 Mei. ”Blue Devils harus segera bangkit. Dua pertandingan terakhir di putaran kedua ini akan kami maksimalkan untuk menambah perolehan poin,” tegas Mariyanto.

Laga melawan Batavia Union menjadi penentu nasib Semarang United di akhir putaran pertama nanti. Sebab, jika Semarang United sukses merengkuh kemenangan, maka tim ini akan melewati perolehan poin milik Batavia Union. Itu artinya, kans Semarang United tetap terjaga sebelum melabrak Bandung FC di kandangnya nanti.

Wasit Asal India Pimpin Laga Hidup Mati Sriwijaya Vs TSW Pegasus

AFC Cup 2011 (Vivanews.com) Wasit asal India, Singh Pratap, akan memimpin laga penentuan antara Sriwijaya FC dan TSW Pegasus di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu sore, 11 Mei 2011.
 
Dikutip dari situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Sriwijaya yang baru mengumpulkan tujuh poin dan berada di posisi ketiga klasemen Grup F, harus memenangkan pertandingan jika tidak ingin tersingkir. Sedangkan Pegasus hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak selanjutnya.

Meski berat peluang dalam laga sore nanti, Laskar Wong Kito--julukan Sriwijaya FC--tetap optimistis. Itu karena mereka diuntungkan lantaran bermain di kandang sendiri, yang didukung banyak fans.

"Peluang kami memang berat, tapi kami yakin bisa menang melawan Pegasus (tim asal Hongkong) sore ini," kata Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin.

Saat ini Pegasus memimpin Grup F dengan mengoleksi 9 poin. Sedangkan Sriwijaya baru mengumpulkan 7 poin dan berada di posisi ke-3 klasemen Grup F. Namun, keduanya masih berpeluang lolos babak 16 besar.

Prakiraan pemain

Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu; Supardi, Claudiano Alves, Thierry Gauthessi, Rendy Siregar; Arif Suyono, Ade Suhendra, Mahadirga Lasut, Mahyadi Panggabean; Budi Sudarsono, Keith Kayamba Gumbs.

Pegasus: Li Hon Ho; Wai Lun, Jing Huang, Agbo, Kin Fung; Yiu Cheong, Po Liang, Ming Kong, Hong Lim; Santos Filho, Leandro.

Arema Takluk Di Jeju World Cup Stadium 6-0

AFC Cup 2011 (goal.com) : Di menit awal Jeonbuk berhasil menyarangkan gol di gawang Ahmad Kurniawan melalui aksi Lovrek striker andalan Jeonbuk, serangan cepat itu gagal di antisipasi pemain bertahan Arema.  di tujuh menit kemudian kembali Jeonbuk memperbesar keunggulan mereka 2-0 setelah Dongchan berhasil mengecoh kiper Ahmad Kurniawan.


Defisit dua gol membuat Arema bangkit menyerang pertahanan lawan, namun pertahanan Jeonbuk yang begitu kokoh membuat striker Arema kewalahan. Sementara itu, Jeonbuk juga tidak mau terus bertahan, melalui serangan-serangan cepat mereka dapat mendapatkan peluang emas

Pada menit ke-27, Jeonbuk berhasil memperlebar kedudukan menjadi 3-0. Gol tersebut didapat melalui striker jangkung Jeonbuk, Shunghoon memanfaatkan umpan silang rekannya. Setelah itu Jeonbuk terus menekan, beruntung Arema tidak kemasukan gol lebih banyak setelah dua peluang emas yang mereka dapat masih membentur mistar gawang. Menjelang akhir babak pertama, Jeonbuk kembali memperbesar kedudukan menjadi 4-0 melalui gol kedua Lovrek.

Pada babak kedua, Arema langsung menyerang dan membuat sebuah peluang emas di menit pertama melalui Roman Chmelo, namun sayang tendangan pemain asal Slovakia di dalam kotak penalti tersebut masih melenceng.

Jeonbuk kembali mencetak gol ke-lima mereka di pertandingan ini, melalui gol yang dicetak oleh Lovrek ada menit ke-60. Gol tersebut membuat Lovrek berhasil mencatatkan hat-trick di pertandingan ini.

Arema mendapatkan peluang emas melalui serangan balik yang cepat, namun sayang tendangan Noh Alam Shah masih dapat di hadang oleh lini belakang Jeonbuk. Pada menit ke-76 Jeonbuk kembali memperlebar kedudukan menjadi 6-0 setelah jebakan offside Arema tidak berjalan.

Arema mendapat peluang emas setelah mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah salah satu striker Arema dihadang oleh kiper Jeonbuk, namun sayang eksekusi Roman Chmelo masih lemah dan terlalu mudah ditebak, sehingga gagal mencetak gol.

Kedudukan 6-0 untuk kemenangan Jeonbuk akhirnya bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Dengan demikian Arema gagal membalas kekalahan Persipura Jayapura, yang juga mengalami kekalahan telak 8-0 di tempat yang sama tahun lalu.


Ditahan East Bengal, Jacsen F Tiago Kritik Pemain

AFC Cup 2011 (goal.com) : Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengkritik pemainnya yang tidak bisa memanfaatkan peluang sepanjang babak pertama ketika ditahan imbang East Bengal 1-1 dalam matchday terakhir Grup H Piala AFC di Stadion Yuba Bharati Krirangan, Selasa [10/5] malam WIB.

Jamu TSW Pegasus, Sriwijaya FC Jalani Partai Hidup Mati

AFC Cup 2011 (goal.com) : Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev menilai pertandingan terakhir Grup F Piala AFC melawan TSW Pegasus di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu [11/5], merupakan laga hidup-mati bagi Laskar Wong Kito untuk merebut tiket 16 Besar.

Kemenangan merupakan hasil akhir yang wajib diperoleh Sriwijaya FC. Saat ini, tim besutan Kolev itu berada di peringkat tiga dengan koleksi nilai tujuh. Sedangkan TSW Pegasus dan Song Lam Nghe Anh menempati posisi puncak dan runner-up dengan angka sembilan.

“Ini pertandingan hidup-mati bagi kami. Kami harus memenangkan pertandingan ini. Jika imbang, tidak cukup untuk meloloskan kami. Semua pemain sudah siap 110 persen menghadapi laga ini,” ujar Kolev dilansir laman konfederasi sepakbola Asia [AFC].

Imbang, Persipura Runner Up Penyisihan Grup H

AFC Cup 2011 (goal.com) :  Kendati bermain di kandang lawan, Persipura tetap memperagakan permainan menyerang. East Bengal yang terkejut dengan strategi ofensif tim Mutiara Hitam ini tidak bisa berbuat apa-apa.
 
Namun, Persipura Jayapura akhirnya harus puas menempati peringkat dua klasemen akhir Grup H Piala AFC setelah bermaim imbang 1-1 dalam matchday terakhir melawan East Bengal di Stadion Yuba Bharati Krirangan, Selasa [10/5] malam WIB.

Pemuncak klasemen Grup H ditempati Chonburi FC [Thailand], yang menghajar South China [Hong Kong] 3-0 di Stadion Hong Kong di saat bersamaan. Kemenangan itu membawa Chonburi memuncaki klasemen dengan nilai 13, sedangkan Persipura di peringkat dua usai mengumpulkan 11 angka.


Dominasi Persipura di babak pertama langsung membuahkan hasil. Laga baru berjalan dua menit, Persipura sudah unggul melalui gol Titus Bonai setelah menerima umpan dari Ian Kabes.

Namun keunggulan Persipura ini tidak bisa dipertahankan. East Bengal yang bermain buruk di babak pertama mampu memperbaiki performanya di 45 menit kedua. Pertarungan kedua tim pun berjalan imbang.


East Bengal mampu menyamakan kedudukan melalui tandukan pemain pengganti Baljit Sahni menyambut umpan silang Sanju Pradhan ketika babak kedua baru berjalan satu menit. Baljit masuk menggantikan Saikat Saha Roy pada menit ke-37.


Beberapa menit kemudian, pemain East Bengal melakukan protes atas pelanggaran handsball yang terjadi di kotak penalti Persipura, setelah tangan pemain belakang lawan menyentuh bola hasil tendangan Sushil Singh. Namun wasit Ali MHMT Shaban [Kuwait] bergeming dengan keputusannya, dan menyatakan tidak ada pelanggaran. 


Kendati mendapatkan sejumlah peluang, baik East Bengal maupun Persipura tidak mampu menambah gol. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, skor 1-1 tidak berubah.

PSPS Petik Angka Penuh Setelah Mengatasi Semen Padang

Selasa, 10 Mei 2011

Setelah menang besar 6-2 dipertandingan sebelumnya melawan Bontang Fc kini giliran Semen Padang yang digilas PSPS Pekanbaru. PSPS Pekanbaru dalam laga lanjutan kandangnya berhasil memetik angka penuh setelah mengatasi perlawanan tim tamu tersebut.

Lansiran Goal.com. PSPS Pekanbaru mengungkapkan rahasia keberhasilan mereka menaklukkan Semen Padang dalam laga lanjutan kompetisi Superliga Indonesia di stadion Sport Center Kuansing kemarin (08/05).

Pada konferensi pers usai pertandingan, manajer PSPS Dastrayani Bibra menyatakan bahwa kesuksesan mereka meraih kemenangan dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1 tersebut karena pihaknya sukses meredam lini depan Semen Padang yang dimotori oleh Saktiawan Sinaga dan Edward Wilson Junior.

"Kami berhasil mematikan duet penyerang mereka, yaitu Edward dan Saktiawan. Dua pemain ini kunci permainan Semen Padang. Kami sudah mengamati Edward dan Saktiawan Sinaga, Dua pemain tersebut tidak akan kami biarkan menguasai bola di kotak penalti," katanya.

"Kami memberi instruksi kepada pemain untuk selalu menjaga ketat kedua pemain tersebut. Meski hanya sekali-kali mendapatkan bola, tapi gerakan mereka selalu membahayakan. Saya berterima kasih, karena pemain PSPS bisa melakukannya."