
LPI (goal.com) : Manajemen Persebaya Surabaya yang mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ada konspirasi dari pihak-pihak tertentu atas jatuhnya sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap klub mereka.
Asisten Manajer Persebaya Divisi Utama, Imron Abdul Fattah, menyatakan bahwa sanksi pengurangan enam poin yang dijatuhkan kepada mereka sangat berat dan tidak masuk akal, dia mencurigai adanya konspirasi terutama terkait pelaksanaan kongres PSSI.
"Ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarnya sanksi itu. Bisa jadi ini upaya untuk menghilangkan suara Persebaya dari Kongres PSSI. Sangat tidak mungkin pengurus dan pelatih tidak tahu mana pemain yang sah atau tidak untuk diturunkan. Pasti ada yang tidak beres di balik kasus ini. Saya belum tahu siapa aktor intelektual di balik kasus ini. Yang jelas, ada yang tidak beres dari keputusan Komdis itu," ujar Imron.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Komdis menjatuhkan sanksi kepada Persebaya Surabaya karena memakai pemain yang tidak sah saat menghadapi Perseru Serui dalam laga kompetisi Divisi Utama. Pemain yang dimaksud adalah Sulkhan Arif yang seharusnya tidak dapat tampil karena akumulasi kartu kuning.
Namun pada laga tersebut, tim pelatih Persebaya DU memasukkan nama Sulkhan Arif dalam daftar pemain, sehingga kubu Perseru melaporkan hal itu kepada Komdis PSSI. Akibat hal tersebut Komdis PSSI mengurangi enam poin Persebaya, masing-masing terdiri dari tiga poin untuk penggunaan pemain tidak sah dan tiga poin karena dinyatakan kalah WO dengan skor 3-0
0 komentar:
Posting Komentar